Showing posts with label tugas. Show all posts
Showing posts with label tugas. Show all posts

Sunday, 24 February 2008

cerpen part II

karena cerpen gw salah. jadi harus gw ulang. nah..inilah hasilnya

“Kalau kamu tidak ikut wisuda, ibu tidak mau kenal lagi sama kamu” kata Bu Herdiani. “Yah. Ibu, jangan sepeti itu. Saya kan hanya tidak ikut wisuda” kataku. “Pokoknya kalau kamu sampai tidak ikut wisuda, ibu tidak mau kenal sama kamu lagi!” kata Bu Herdiani. “Ya sudahlah. Saya Tanya teman saya dulu. Apakah saya dapat mengikuti pertandingan di pertengahan” kataku. “Ibu tunggu ya keputusanmu”kata Bu Herdiani.
Kejadian dan kata – kata oleh Bu Herdiani terngiang – ngiang di kepalaku. Saat itu aku dihadapkan dengan masalah besar. Saat itu menjelang wisuda kelulusanku, tetapi saat itu juga menjelang turnamen igo terbesar di Indonesia yaitu Indonesia Go Championship (IGC). Apalagi turnamen tersebut adalah IGC yang pertama kalinya. Jadi bagiku yang adalah panitia dan anggota organisasi, turnamen tersebut sangatlah penting. Tetapi Bu Herdiani adalah guru favoritku. Aku tidak ingin beliau marah terhadapku. Oleh karena itu, aku dituntut untuk ikut keduanya, tetapi hal tersebut tidak mungkin, karena dalam waktu yang bersamaan. Aku berpikir keras selama berhari – hari. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti keduanya. Aku memutuskan untuk mengikuti wisuda kelulusanku, setelah itu aku mengikuti turnamenku. Untungnya Bu Herdiani dan temanku mengijinkanku untuk mengikuti acara tersebut setengah – setengah.
Menjelang hari bersejarah tersebut, aku tidak bisa tenang. Akhirnya tibalah hari bersejarah tersebut. Saat itu aku mengenakan kebaya berwarna putih dan menggunakan toga. Aku pergi ke sekolah bersama mamaku. Aku tidak bisa berhenti melihat jamku. Sungguh aku tidak dapat sabar. Akhirnya tibalah waktuku untuk memasuki ruangan wisuda yang terletak di aula SMPku. Aku duduk disamping temanku yang bernama Intan. Saat itu, kakiku tidak bisa berhenti bergetar. Aku sangat tegang. Temanku menenangkan diriku. Aku menjadi sedikit tenang. Satu per satu temanku dipanggil ke depan. Akhirnya tibalah giliranku. Aku maju ke depan lalu bersalaman dengan wali kelasku dan kepala sekolah. Setelah difoto, aku kembali ke tempat dudukku. Kebetulan, Intan saat itu membawa handphonenya. Aku meminta ijin untuk meminjam handphonenya. Untungnya dia meminjamkannya kepadaku. Aku langsung menelpon mamaku, lalu aku keluar dari ruangan aula tersebut. Aku berlari ke kamar mandi untuk segera ganti baju. Aku mengganti bajuku dengan celana jeans, kaos, dan jaket kesayanganku. Aku langsung berlari keluar dari sekolah. Aku segera masuk ke dalam mobil lalu aku berangkat ke Japan Foundation.
Sebelum ke Japan Foundation aku pergi ke suatu restoran untuk mengambil makanan pesananku. Kebetulan saat itu aku adalah seksi konsumsi. Selesai dari tempat tersebut aku segera ke Japan Foundation. Untungnya saat itu adalah hari Sabtu, sehingga jalanan tidak macet. Sesaat sebelum sampai disana, aku menelpon temanku untuk membantuku membawakan makanan. Sesampainya disana temanku sudah menungguku di luar gedung. Aku memintanya untuk membawakan makanan sedangkan aku segera mengisi daftar pengunjung lalu berlari ke tempat pertandingan.
Perasaanku sangatlah tegang. Saat dalam perjalanan menuju ruang pertandingan, aku bertemu dengan temanku, lalu dia berkata kepadaku “Sandan, uda kalah 2 ronde. Kalah WO”. Lalu aku bertanya “masi bisa ikut kan?”. “Iya” jawab temanku. Saat aku datang, aku sudah dihadapkan dengan ronde ketiga. Meskipun saat itu aku cukup kesal karena tidak dapat mengikuti dari awal, tetapi apa boleh buat. Yang penting aku bisa mengikutinya. Aku dapat memenangkan pertandingan tersebut dengan mudah. Setelah makan siang, aku mengikuti pertandingan kembali. Aku dapat memenangkan kembali dengan mudah. Lawanku yang terberat adalah lawan terakhirku. Seharusnya ia lebih kuat dariku, hanya saja aku beruntung sehingga dapat membalikkan keadaan. Di tengah pertandingan tersebut, aku merasa seakan aku terhisap kedalam dunia yang hanya terdapat aku, lawanku, papan igo, batu putih, dan batu hitam. Suara batu yang diletakkan di atas papan menggema di kepalaku. Bahkan, ruangan yang waktu itu dingin, terasa panas akibat tekanan yang kudapat pada pertandingan. Aku tidak menyadari orang – orang di sekelilingku yang memerhatikan pertandinganku. Setelah pertandingan berakhir, aku cukup kaget melihat mereka dan berbicara di dalam hati “sejak kapan jadi ramai seperti ini?”. Aku sangat puas dengan pertandinganku yang terakhir, karena aku dapat membalikkan keadaan. Temanku yang bernama Digikid berbicara kepadaku “Sandan, selamat ya. Sandan hebat nih. Bisa membalikkan keadaan”. Tidak hanya Digikid yang berbicara seperti itu, temanku yang lainnya juga banyak yang berbicara seperti itu.
Akhirnya IGC I telah berakhir. Temanku yang bernama Fye menjadi pemenangnya. Yang menjadi juara kedua dan ketiga adalah Saint dan Dnaigo. Peringkatku berada di pertengahan, karena pada dua pertandingan pertama, aku kalah WO.
Hari itu sangatlah menegangkan, tetapi aku sangat senang. Keringat yang bercucuran, otak yang berputar dengan keras, dan tekanan didalam pertandingan sangat menyenangkan. Selain itu, saat IGC ada temanku dari luar kota yang mengikuti pertandingan tersebut. Aku sudah lama ingin bertemu dengannya. Setelah bertahun – tahun menunggu, akhirnya aku dapat bertemu dengannya. Yang menyenangkan dari hari tersebut adalah selain bertemu dengan temanku yang dari luar kota, aku dapat bertemu dengan teman – teman SMP ku untuk yang terakhir kalinya sebelum memasuki SMA. Hanya saja, aku sedikit sedih, karena tidak mempunyai foto wisuda kelasku dan rivalku yang bernama Nana tidak dapat mengikuti pertandingan tersebut, tetapi apa yang telah kudapat hari ini sudah cukup membuatku senang. Aku berharap aku dapat mengikuti IGC berikutnya dan berusaha sebisaku. Tidak hanya itu, aku juga berharap dapat bermain di IGC berikutnya dengan rival terbesarku yang juga merangkap sebagai kakakku yaitu Nana.

Saturday, 23 February 2008

cerpen : persahabatan dan igo

gw mau ngepost cerpen gw buat tugas bahasa indo. sebelumnya mohon maaf kalo hiperbola

Igo adalah permainan yang dilakukan oleh dua orang. Tujuan permainan ini adalah untuk merebut wilayah. Bagi sebagian orang, mungkin permainan ini hanya seperti permainan biasa lainnya, tetapi bagi banyak orang permainan ini berharga didalam hidupnya. Bagi banyak orang, igo adalah sesuatu yang mengubah kehidupan mereka.
Igo adalah permainan tradisional yang berasal dari Cina sekitar 4000 tahun yang lalu. Di Indonesia, igo mulai masuk sekitar pada tahun 90an. Tempat bertemu dan berlatih para pemain igo di Jakarta adalah Japan Foundation. Japan Foundation adalah pusat kebudayaan Jepang yang terdapat di berbagai negara. Di Indonesia, Japan Foundation terletak di Jakarta, tepatnya di Gedung Summitmas I lantai 2. Japan Foundation memasyarakatkan igo di Indonesia dengan membuka kelas igo dan mengadakan turnamen setiap tahunnya. Para pemain di tempat ini berusaha mencapai tujuan yang besar bersama, yaitu memasyarakatkan igo di Indonesia. Tempat yang penuh dengan keceriaan, kebahagiaan, dan perjuangan untuk terus maju.
Saya pertama kali datang ke Japan Foundation pada tahun 2005. Saat itu saya datang untuk mengikuti turnamen untuk pemula yang bernama Beginner Go Cup. Igo memiliki perana penting dalam hidup saya, karena dengan igo saya bisa mendapatkankan teman yang banyak. Igo sangat menyenangkan, karena sangat menarik.
Igo menarik, karena permainan ini tidak seperti permainan yang lainnya. Variasi langkah yang terdapat di permainan ini sangat banyak. Di permainan ini, terdapat banyak turnamen yang diselenggarakan setiap tahun, baik internasional maupun nasional. Turnamen internasional adalah World Amateur Go Championship (WAGC), Korea Prime Minister Cup (KPMC), SEAGAMES, Asia Amateur Pairgo Championship (AAPC), World Mind Sport Game (WMSG) dan masih banyak lagi. Yang nasional adalah Indonesia Go Championship (IGC), turnamen – turnamen yang diadakan oleh universitas – universitas di Indonesia, dan penyeleksian untuk pemain yang akan pergi sebagai wakil Indonesia. Ada juga turnamen antar negara yang dilaksanakan di Japan Foundation yang disebut empat negara. Dua tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2006, saya dan teman – teman saya mengikuti turnamen empat negara. Tekanan di dalam pertandingan sangatlah menyenangkan. Dihadapkan dengan orang Jepang, Cina, maupun Korea di dalam suatu pertandingan sangatlah menyenangkan. Saat itu ada pemain profesional dari Jepang yang datang. Menjadi pemain profesional membutuhkan perjuangan yang berat. Untuk menjadi seorang pemain profesional, seorang pemain igo harus lulus ujian yang dilaksanakan setiap tahun. Di Jepang, hanya tiga orang yang bisa lulus ujian tresebut. Bermain dengan pemain professional tentu saja dambaan setiap pemain igo. Banyak yang menantang dan bermain bersamanya. Meskipun kalah, kami tetap senang. Itulah keistimewaan dari igo. Sekuat apapun lawannya, kita akan bersedia untuk melawannya. Meskipun kita sudah mengetahui bahwa kita akan kalah, tetapi kita akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, karena lebih banyak yang didapat dari kekalahan dibandingkan kemenangan. Di dalam suatu pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah. Kalah dan menang di pertandingan, keringat dan air mata yang bercucuran merupakan kesenangan tersendiri di dalam suatu pertandingan igo. Di pertandingan empat negara tersebut, tim beregu Indonesia mendapatkan juara pertama. Untuk merayakan kemenangan tersebut, saya dan teman – teman saya pergi ke Chikara Tei, suatu restoran Jepang di kawasan Sudirman. Kami makan dengan hadiah voucher yang didapat dari kemenangan tim beregu Indonesia. Setelah kegiatan di klub selesai, kami pergi ke Chikara Tei.
Di Chikara Tei, kami berfoto bersama, makan bersama, dan melakukan banyak hal lainnya. Ada canda ada tawa diantara kami pada saat itu. Sekejap saja masalah yang sedang menyelimuti kami hilang. Tidak sadar waktu, kami disana sampai malam hingga restoran mau tutup. Meskipun saat itu kami tidak ingin segera selesai, tetapi waktu mengharuskan kami untuk selesai.
Seiring dengan berjalannya waktu, anggota klub igo di Japan Foundation semakin bertambah. Kami sangat senang setiap ada pemain baru yang datang, karena bisa mendapatkan teman. Bila ada anggota baru yang datang, akan kami sambut dengan senang hari.
Persahabatan kami di Japan Foundation adalah persahabatan yang tidak memandang agama, umur, dan jenis kelamin. Kami terdiri dari siswa SMA, mahasiswa bahkan karyawan. Meskipun kami terdiri dari berbagai jenis orang dari berbagai tingkatan umur, tidak banyak hal yang dapat memutuskan persahabatan kami dengan mudahnya. Kami bersahabat selayaknya orang yang sebaya. Turnamen, pergi bersama, latihan bersama dan beberapa hal lainnya mempererat persahabatan kami. Dengan semakin seringnya frekuensi bertemu karena berlatih untuk turnamen yang semakin banyak, persahabatan kami semakin menguat. Saya dan teman – teman saya tidak hanya berlatih di klub saja, tetapi kami juga berlatih di luar klub. Kami menyediakan waktu luang untuk berlatih bersama, meskipun kami memiliki kesibukan sendiri. Turnamen – turnamen yang membutuhkan banyak pemain dapat memperat persahabatan, persatuan, dan kesatuan di antara kami.
Persahabatan kami tidak hanya di Japan Foundation. Kami mendapatkan banyak teman dari igo. Baik teman yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Igo menghubungkan kami semua tidak peduli kami berasal dari mana, tinggal dimana, memiliki jenis kelamin apa, berkewarganegaraan apa, dan berumur berapa.
Dengan kuatnya persahabatan dan hangatnya suasana di Japan Foundation, membuat seseorang menyukai untuk bergabung disana. Oleh karena itu, dengan persahabatan yang kuat dan usaha yang besar, kita dapat mencapai kesuksesan meskipun memulai segalanya dari nol perlahan dengan berjalannya waktu.


cover menyusul