gw mau ngepost cerpen gw buat tugas bahasa indo. sebelumnya mohon maaf kalo hiperbola Igo adalah permainan yang dilakukan oleh dua orang. Tujuan permainan ini adalah untuk merebut wilayah. Bagi sebagian orang, mungkin permainan ini hanya seperti permainan biasa lainnya, tetapi bagi banyak orang permainan ini berharga didalam hidupnya. Bagi banyak orang, igo adalah sesuatu yang mengubah kehidupan mereka.
Igo adalah permainan tradisional yang berasal dari Cina sekitar 4000 tahun yang lalu. Di Indonesia, igo mulai masuk sekitar pada tahun 90an. Tempat bertemu dan berlatih para pemain igo di Jakarta adalah Japan Foundation. Japan Foundation adalah pusat kebudayaan Jepang yang terdapat di berbagai negara. Di Indonesia, Japan Foundation terletak di Jakarta, tepatnya di Gedung Summitmas I lantai 2. Japan Foundation memasyarakatkan igo di Indonesia dengan membuka kelas igo dan mengadakan turnamen setiap tahunnya. Para pemain di tempat ini berusaha mencapai tujuan yang besar bersama, yaitu memasyarakatkan igo di Indonesia. Tempat yang penuh dengan keceriaan, kebahagiaan, dan perjuangan untuk terus maju.
Saya pertama kali datang ke Japan Foundation pada tahun 2005. Saat itu saya datang untuk mengikuti turnamen untuk pemula yang bernama Beginner Go Cup. Igo memiliki perana penting dalam hidup saya, karena dengan igo saya bisa mendapatkankan teman yang banyak. Igo sangat menyenangkan, karena sangat menarik.
Igo menarik, karena permainan ini tidak seperti permainan yang lainnya. Variasi langkah yang terdapat di permainan ini sangat banyak. Di permainan ini, terdapat banyak turnamen yang diselenggarakan setiap tahun, baik internasional maupun nasional. Turnamen internasional adalah World Amateur Go Championship (WAGC), Korea Prime Minister Cup (KPMC), SEAGAMES, Asia Amateur Pairgo Championship (AAPC), World Mind Sport Game (WMSG) dan masih banyak lagi. Yang nasional adalah Indonesia Go Championship (IGC), turnamen – turnamen yang diadakan oleh universitas – universitas di Indonesia, dan penyeleksian untuk pemain yang akan pergi sebagai wakil Indonesia. Ada juga turnamen antar negara yang dilaksanakan di Japan Foundation yang disebut empat negara. Dua tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2006, saya dan teman – teman saya mengikuti turnamen empat negara. Tekanan di dalam pertandingan sangatlah menyenangkan. Dihadapkan dengan orang Jepang, Cina, maupun Korea di dalam suatu pertandingan sangatlah menyenangkan. Saat itu ada pemain profesional dari Jepang yang datang. Menjadi pemain profesional membutuhkan perjuangan yang berat. Untuk menjadi seorang pemain profesional, seorang pemain igo harus lulus ujian yang dilaksanakan setiap tahun. Di Jepang, hanya tiga orang yang bisa lulus ujian tresebut. Bermain dengan pemain professional tentu saja dambaan setiap pemain igo. Banyak yang menantang dan bermain bersamanya. Meskipun kalah, kami tetap senang. Itulah keistimewaan dari igo. Sekuat apapun lawannya, kita akan bersedia untuk melawannya. Meskipun kita sudah mengetahui bahwa kita akan kalah, tetapi kita akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, karena lebih banyak yang didapat dari kekalahan dibandingkan kemenangan. Di dalam suatu pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah. Kalah dan menang di pertandingan, keringat dan air mata yang bercucuran merupakan kesenangan tersendiri di dalam suatu pertandingan igo. Di pertandingan empat negara tersebut, tim beregu Indonesia mendapatkan juara pertama. Untuk merayakan kemenangan tersebut, saya dan teman – teman saya pergi ke Chikara Tei, suatu restoran Jepang di kawasan Sudirman. Kami makan dengan hadiah voucher yang didapat dari kemenangan tim beregu Indonesia. Setelah kegiatan di klub selesai, kami pergi ke Chikara Tei.
Di Chikara Tei, kami berfoto bersama, makan bersama, dan melakukan banyak hal lainnya. Ada canda ada tawa diantara kami pada saat itu. Sekejap saja masalah yang sedang menyelimuti kami hilang. Tidak sadar waktu, kami disana sampai malam hingga restoran mau tutup. Meskipun saat itu kami tidak ingin segera selesai, tetapi waktu mengharuskan kami untuk selesai.
Seiring dengan berjalannya waktu, anggota klub igo di Japan Foundation semakin bertambah. Kami sangat senang setiap ada pemain baru yang datang, karena bisa mendapatkan teman. Bila ada anggota baru yang datang, akan kami sambut dengan senang hari.
Persahabatan kami di Japan Foundation adalah persahabatan yang tidak memandang agama, umur, dan jenis kelamin. Kami terdiri dari siswa SMA, mahasiswa bahkan karyawan. Meskipun kami terdiri dari berbagai jenis orang dari berbagai tingkatan umur, tidak banyak hal yang dapat memutuskan persahabatan kami dengan mudahnya. Kami bersahabat selayaknya orang yang sebaya. Turnamen, pergi bersama, latihan bersama dan beberapa hal lainnya mempererat persahabatan kami. Dengan semakin seringnya frekuensi bertemu karena berlatih untuk turnamen yang semakin banyak, persahabatan kami semakin menguat. Saya dan teman – teman saya tidak hanya berlatih di klub saja, tetapi kami juga berlatih di luar klub. Kami menyediakan waktu luang untuk berlatih bersama, meskipun kami memiliki kesibukan sendiri. Turnamen – turnamen yang membutuhkan banyak pemain dapat memperat persahabatan, persatuan, dan kesatuan di antara kami.
Persahabatan kami tidak hanya di Japan Foundation. Kami mendapatkan banyak teman dari igo. Baik teman yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Igo menghubungkan kami semua tidak peduli kami berasal dari mana, tinggal dimana, memiliki jenis kelamin apa, berkewarganegaraan apa, dan berumur berapa.
Dengan kuatnya persahabatan dan hangatnya suasana di Japan Foundation, membuat seseorang menyukai untuk bergabung disana. Oleh karena itu, dengan persahabatan yang kuat dan usaha yang besar, kita dapat mencapai kesuksesan meskipun memulai segalanya dari nol perlahan dengan berjalannya waktu.
cover menyusul